Skip to content

Tulisan Ngelindur Disaat Menanti Terapi

Setelah Suami memutuskan memeluk Muslim ia bertanya apakah Islam itu sama dgn kelompok ormas yang kerap bersuara keras / anarkis.  Jawaban saya yang bodoh tak banyak tahu tentang Islam memintanya belajar dan belajar Islam dengan memenuhi kewajiban sholat lima waktu di masjid dan ikut belajar pengajian yang membuatnya nyaman untuk mengenal Nabi Muhammad dan ajaran Islam.

Menegakkan Islam itu dengan cara ramaikan Masjid saat adzan memanggilmu dan hormati orangtua serta keluargamu , ucapku ke suami tercinta ..
Alhamdulillah sudah 7 tahun ia tak lalai masuk masjid  jalankan ibadah shalat 5 waktu.

Terima kasih Bapak Brigjen Baharudin Djafar dan para sahabat Pati yang tak berkenan disebut namanya. Salah satu sahabat Komjen aktif berujar bukan suami yang beruntung ketika meluangkan waktu mengkaji ilmu agama karena ilmu yang bermanfaat itu bekalnya kelak untuk di masa keabadian.

Anugrah luar biasa saya mendapatkan sahabat sahabat yang mengajarkan indahnya Islam dalam kehidupan nyata.

Saat marak berita pembantaian yg dilakukan kelompok ISIS atas nama agama atau apapun keyakinan mereka buat saya mereka bukan atas namakan Islam tetapi gerakan Terorisme.

Begitupun saat ada ormas / kelompok massa yang berteriak untuk halalkan ” Bunuh , Bantai , Ganyang dll. Apakah mereka cerminkan Islam ? Tidak sama sekali.
Mereka tidak bawa nama agama melainkan menyuarakan kelompoknya.

Saya muslim .
Saya bukan orang pintar.
Saya manusia yang terus belajar dan belajar terus untuk bekal di kehidupan abadi nanti .
keyakinan yang ku anut tidak membuatku menjauhi umat agama lain.
Tidak juga mengkafirkan sesama umat beragama.
Saya justru memerangi intoleransi .
Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila itu wajib dijunjung tinggi .

Dunia dan seisinya diciptakan Tuhan untuk seluruh mahluknya agar hidup berdampingan dengan damai bukan saling membunuh dan menyatakan kebenaran absolut atas nama Agama atau apapun.
Berbeda itu indah.
Mengapa kita harus memusuhi keyakinan yang berbeda atas nama Tuhan ?
 tidak bisa kah menyembah Tuhan dengan damai ?  Bukankah semua Agama  mengajarkan kebaikan untuk seluruh umat ?

Ya Tuhan..
Hentikan permusuhan / pertikaian antar umat beragama atas nama apapun juga.
Jangan biarkan dunia ini , negara Indonesia hancur hanya karena syahwat Politik pihak tertentu semata atau pun kepentingan asing atas kekayaan bumi Indonesia.

Pertikaian antar umat beragama tak akan membawa kemenangan bagi siapapun jua kecuali ambang kehancuran bangsa.

Semoga saja ..
Kelompok radikalisme tidak berkembang di bumi Indonesia tercinta.

Semoga Hukum terus jadi panglima di negeri tercinta .

Semoga tak ada lagi tekanan massa atas kasus apapun di negeri ini .
Jika ada perbedaan pendapat atau kasus hukum , Biarkan pengadilan berjalan sesuai Undang Undang. Jangan biarkan tekanan massa menjadi Undang Undang.
Hukum harus jadi Panglima di Indonesia .

Ah ternyata saya banyak maunya ..
Ndak apa ya Tuhan..
Bukan karena merasa lagi ulang tahun sehingga bebas meminta apapun tetapi hanya kepada Mu hamba meminta dan berharap segalanya.
Hancur hati melihat aneka pertikaian atas nama Agama ..
Menangis kala peperangan tiada henti di berbagai belahan bumi ..
Cukup Tuhan ..
Mohon lindungi kawan kawanku seluruh umat beragama dan rumah Ibadah mereka.
Jangan biarkan ada pihak pihak yang menghancurkan rumah Ibadah di belahan dunia manapun juga.
Biarkan mereka memujaMu dengan damai .

Tulisan ngelindur di saat menanti terapi.

Judith MS

Author

Judith

http://judithms.id
Someone you dont need to know

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *